potensi memasak dan mencintai makanan jepang yang memotivasi dalam usaha berbisnis
Kamis, 08 Mei 2014
Perencanaan bisnis, tujuan
Tujuan Kimono Katsu, mencakup 2 hal ;
1. Menciptakan peluang usaha
2. Dapat menyesuaikan harga dengan harga pesaing agar lebih ekonomis dengan kualitas yang bagus
2. Dapat menyesuaikan harga dengan harga pesaing agar lebih ekonomis dengan kualitas yang bagus
Rabu, 07 Mei 2014
Perencanaan bisnis, Misi
Misi Kimono Katsu
* menyajikan makanan khas jepang dengan konsep fastfood yang sehat dengan kualitas makanan yang terbaik
* akulturasi budaya khas Indonesia ke dalam makanan yang disajikan dalam bentuk khas Jepang
* menentukan harga dari mulai kalangan bawah hingga kalangan atas
* membangun generasi dengan potensi konsumen yang menyukai makanan khas Jepang
Selasa, 06 Mei 2014
Perencanaan bisnis, visi
Visi Kimono Katsu
* Visi usaha saya untuk memenuhi kebutuhan konsumen terhadap gairah kuliner khas Jepang secara proposional dengan melalui akulturasi antara kebudayaan Indonesia dan Jepang, Diiringi pembentukan generasi saat inj dengan pemanfaatan potensi konsumen yang menyukai makanan khas Jepang
Senin, 05 Mei 2014
"Kimono katsu"
Nama "Kimono Katsu" inilah yang menjadikan saya seorang calon pembisnis muda termotivasi dalam membangun sebuah usaha khususnya pada bidang kuliner khas jepang. Nama ini saya ambil dari kimono yang menunjukkan bahwa kebudayaan baju jepang ini memiliki makanan yang lezat. Dapat menjadikan ciri khas bagi orang yang awam atau yang tidak begitu memahami masakan restoran yang ada didalamnya. Melalui nama Kimono inilah menunjukkan pada konsumen bahwa masakan jepang yang hanya tersedia. Istilah "Katsu" inilah yang menjadikan menu utama yang akan saya buat dalam restoran tersebut. Dengan menfokuskan pada bahan utamanya daging ayam dengan kualitas tinggi dengan rasa yang bervarian
Minggu, 04 Mei 2014
Bussines plan membangun nama usaha bisnis
Dalam pembentukan nama yang dibuat dalam sebuah usaha menjadi faktor penting yang dapat membedakkan usaha tersebut dengan usaha pesaing-pesaing lainnya. Dapat ditentukan melalui faktor visi, misi, serta tujuan yang akan dijadikan nama sesuai tema usaha tersebut yang akan berjalan. Nama atau logo akan menjadi ciri khas tempat usaha tersebut.
Sabtu, 03 Mei 2014
Bussnines plan
Untuk memulai usaha dalam membangun khususnya di bidang kuliner cara yang dapat dilakukan adalah memiliki visi, misi serta tujuan yang dapat membuat usaha kuliner tersebut dapat berkembang dan berjalan dengan baik.
Jumat, 02 Mei 2014
Akulturasi desain interior
Desain interior funitur kayu yang bertemakan kimono baju khas budaya jepang dan batik khas budaya indonesia dapat menghiasi suasana cozy yang cukup unik dan menarik
Kamis, 01 Mei 2014
Peluang pasar
Melihat faktor kebudayaan khas jepang dan kebudayaan indonesia melalui akulturasi yang baik dapat membuat dan menciptakan peluang dalam membangun usaha berbisnis
Rabu, 30 April 2014
Selasa, 29 April 2014
Senin, 28 April 2014
peluang usaha bisnis kuliner "jalur kemitraan"
Jalur kemitraan
Hanya, bagi yang enggak mau repot, bisa mengambil jalur kemitraan. Ingat, Anda mesti cermat betul sebelum membeli waralaba atau kemitraan. Sebab, banyak sekali tawaran kemitraan usaha kuliner Jepang, mulai booth hingga resto.
Misalnya, tawaran dari Nagoya Fusion yang menyediakan tiga paket kemitraan. Pertama, paketBakaboom senilai Rp 12 juta. Paket ini hanya menyediakan menu takoyaki dan okonomiyaki. Mitra akan mendapatkan booth dari bahan alumunium, perlengkapan masak, perlengkapan makan, banner, bahan baku awal, dan pelatihan karyawan. David menargetkan, omzet mitra Rp 10 juta-Rp 15 juta per bulan.
Kedua, paket Nagoya Ramen. Investasi paket usaha yang menyajikan pelbagai jenis ramen ini Rp 25 juta. Mitra mendapatkan perlengkapan masak, perlengkapan makan, banner, bahan baku awal, dan pelatihan karyawan. Estimasi omzet sebesar Rp 20 juta sebulan.
Ketiga, Nagoya Fusion Resto senilai Rp 45 juta. Mitra yang mengambil paket ini harus menyiapkan ruang jualan di ruko seluas 30 m². Fasilitas yang disediakan terdiri dari desain ruangan, perlengkapan masak, perlengkapan makan, bahan baku, dan training karyawan. Omzet paket usaha ini sekitar Rp 30 juta–Rp 40 juta sebulan.
Dengan laba bersih untuk masing-masing paket sebesar 30%, David optimistis mitra balik modal dalam setahun.
Hanya, bagi yang enggak mau repot, bisa mengambil jalur kemitraan. Ingat, Anda mesti cermat betul sebelum membeli waralaba atau kemitraan. Sebab, banyak sekali tawaran kemitraan usaha kuliner Jepang, mulai booth hingga resto.
Misalnya, tawaran dari Nagoya Fusion yang menyediakan tiga paket kemitraan. Pertama, paketBakaboom senilai Rp 12 juta. Paket ini hanya menyediakan menu takoyaki dan okonomiyaki. Mitra akan mendapatkan booth dari bahan alumunium, perlengkapan masak, perlengkapan makan, banner, bahan baku awal, dan pelatihan karyawan. David menargetkan, omzet mitra Rp 10 juta-Rp 15 juta per bulan.
Kedua, paket Nagoya Ramen. Investasi paket usaha yang menyajikan pelbagai jenis ramen ini Rp 25 juta. Mitra mendapatkan perlengkapan masak, perlengkapan makan, banner, bahan baku awal, dan pelatihan karyawan. Estimasi omzet sebesar Rp 20 juta sebulan.
Ketiga, Nagoya Fusion Resto senilai Rp 45 juta. Mitra yang mengambil paket ini harus menyiapkan ruang jualan di ruko seluas 30 m². Fasilitas yang disediakan terdiri dari desain ruangan, perlengkapan masak, perlengkapan makan, bahan baku, dan training karyawan. Omzet paket usaha ini sekitar Rp 30 juta–Rp 40 juta sebulan.
Dengan laba bersih untuk masing-masing paket sebesar 30%, David optimistis mitra balik modal dalam setahun.
Minggu, 27 April 2014
PELUANG BISNIS MASAKAN JEPANG "lokasi dan perizinan"
Lokasi dan perizinan
Meski masakan Jepang yang Anda tawarkan memiliki rasa empat jempol tapi lokasi resto atau kedai tidak strategis, usaha bisa sia-sia lantaran sepi pembeli. Lokasi yang cocok untuk membuka gerai adalah di pusat perbelanjaan, di pinggir jalan raya yang ramai, di dekat kampus yang terkenal, dan di sekitar perumahaan baru yang memiliki penghuni banyak.
Setelah lokasi siap, jangan lupa mengurus perizinan agar usaha Anda tidak bermasalah di kemudian hari. Yang perlu Anda lakukan adalah mengisi formulir permohonan izin usaha dan izin gangguan (HO), dengan mendatangi kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu di kota tempat Anda membuka gerai.
Untuk mengurus perizinan, dokumen yang perlu Anda siapkan antara lain fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan izin mendirikan bangunan (IMB), serta denah lokasi gerai Anda.
David mengatakan, pengurusan izin tersebut memang mengeluarkan uang. Tiap daerah biayanya berbeda tergantung pemerintah daerah yang bersangkutan. Tapi, proses pengurusan izin akan berjalan lancar-lancar saja, jika Anda mau mengikuti segala prosedur yang diminta petugas.
Meski masakan Jepang yang Anda tawarkan memiliki rasa empat jempol tapi lokasi resto atau kedai tidak strategis, usaha bisa sia-sia lantaran sepi pembeli. Lokasi yang cocok untuk membuka gerai adalah di pusat perbelanjaan, di pinggir jalan raya yang ramai, di dekat kampus yang terkenal, dan di sekitar perumahaan baru yang memiliki penghuni banyak.
Setelah lokasi siap, jangan lupa mengurus perizinan agar usaha Anda tidak bermasalah di kemudian hari. Yang perlu Anda lakukan adalah mengisi formulir permohonan izin usaha dan izin gangguan (HO), dengan mendatangi kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu di kota tempat Anda membuka gerai.
Untuk mengurus perizinan, dokumen yang perlu Anda siapkan antara lain fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan izin mendirikan bangunan (IMB), serta denah lokasi gerai Anda.
David mengatakan, pengurusan izin tersebut memang mengeluarkan uang. Tiap daerah biayanya berbeda tergantung pemerintah daerah yang bersangkutan. Tapi, proses pengurusan izin akan berjalan lancar-lancar saja, jika Anda mau mengikuti segala prosedur yang diminta petugas.
Sabtu, 26 April 2014
PELUANG BISNIS MASAKAN JEPANG "koki dan bahan baku"
Koki dan bahan baku
Lalu, lantaran berbisnis kuliner, pastinya Anda wajib menyajikan makanan dengan rasa yang lezat. Untuk bisa menyajikan makanan yang enak-enak, koki memainkan peranan sangat penting. Namun, Anda enggak harus mendatangkan chef dari Jepang langsung.
Adi, misalnya, yang memakai koki bukan asli orang Jepang. Namun, dia memilih koki yang betul-betul sudah menguasai makanan Jepang, dan pernah punya pengalaman menjadi koki di restoran di Jepang.
Berburu koki yang jago mengolah makanan Jepang memang gampang-gampang susah. Amir menyarankan, untuk mencari koki yang pernah bekerja di resto makanan Jepang yang ada di hotel-hotel. "Biasanya mereka mempunyai jam terbang tinggi, tapi gajinya memang besar," ungkap Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin Indonesia ini.
Sementara itu, untuk bahan baku dan bumbu, Anda enggak perlu pusing, semua tersedia di pasar Indonesia. "Bahan baku dan bumbu sudah banyak di pasar lokal," ujar Adi.
David menambahkan, memang ada sekitar 20% bumbu yang masih harus diimpor dari Jepang. Tapi, Anda tidak perlu repot memesan dari Jepang langsung, sebab sudah tersedia di sini.
Lalu, lantaran berbisnis kuliner, pastinya Anda wajib menyajikan makanan dengan rasa yang lezat. Untuk bisa menyajikan makanan yang enak-enak, koki memainkan peranan sangat penting. Namun, Anda enggak harus mendatangkan chef dari Jepang langsung.
Adi, misalnya, yang memakai koki bukan asli orang Jepang. Namun, dia memilih koki yang betul-betul sudah menguasai makanan Jepang, dan pernah punya pengalaman menjadi koki di restoran di Jepang.
Berburu koki yang jago mengolah makanan Jepang memang gampang-gampang susah. Amir menyarankan, untuk mencari koki yang pernah bekerja di resto makanan Jepang yang ada di hotel-hotel. "Biasanya mereka mempunyai jam terbang tinggi, tapi gajinya memang besar," ungkap Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin Indonesia ini.
Sementara itu, untuk bahan baku dan bumbu, Anda enggak perlu pusing, semua tersedia di pasar Indonesia. "Bahan baku dan bumbu sudah banyak di pasar lokal," ujar Adi.
David menambahkan, memang ada sekitar 20% bumbu yang masih harus diimpor dari Jepang. Tapi, Anda tidak perlu repot memesan dari Jepang langsung, sebab sudah tersedia di sini.
Jumat, 25 April 2014
PELUANG BISNIS MASAKAN JEPANG "modal usaha"
Modal usaha
Untuk membuka resto atau kedai makanan Jepang dengan menu yang beragam, modalnya enggak sedikit, bisa miliaran rupiah. Adi yang tidak mau blak-blakan mengungkap modal awal mengeluarkan uang ratusan juta untuk membuka gerai pertama Sushi Miya81. Duit itu antara lain untuk menyewa tempat, renovasi bangunan, serta membeli peralatan dan perlengkapan memasak.
Adapun David mengaku, saat membuka Nagoya Fusion tahun 2010 lalu, ia membutuhkan modal sekitar Rp 45 juta. Tapi, dia hanya bisa membuat desain gerai sangat sederhana.
Menurut Amir, sewa tempat menjadi pengeluaran yang cukup menyedot modal. Apalagi, kalau Anda membuka gerai di mal. Biaya sewa tempat di mal yang memakai dollar Amerika Serikat berkisar US$ 12 per meter persegi (m²) hingga US$ 20 per m². "Minimal satu gerai membutuhkan lahan seluas 100 m²," tambah Amir.
Untuk membuka resto atau kedai makanan Jepang dengan menu yang beragam, modalnya enggak sedikit, bisa miliaran rupiah. Adi yang tidak mau blak-blakan mengungkap modal awal mengeluarkan uang ratusan juta untuk membuka gerai pertama Sushi Miya81. Duit itu antara lain untuk menyewa tempat, renovasi bangunan, serta membeli peralatan dan perlengkapan memasak.
Adapun David mengaku, saat membuka Nagoya Fusion tahun 2010 lalu, ia membutuhkan modal sekitar Rp 45 juta. Tapi, dia hanya bisa membuat desain gerai sangat sederhana.
Menurut Amir, sewa tempat menjadi pengeluaran yang cukup menyedot modal. Apalagi, kalau Anda membuka gerai di mal. Biaya sewa tempat di mal yang memakai dollar Amerika Serikat berkisar US$ 12 per meter persegi (m²) hingga US$ 20 per m². "Minimal satu gerai membutuhkan lahan seluas 100 m²," tambah Amir.
Kamis, 24 April 2014
PELUANG BISNIS MASAKAN JEPANG
Cita rasa lokal
Itu sebabnya, pemain bisnis tersebut tak hanya pemilik jaringan resto dari Jepang tapi juga pelaku usaha lokal yang mengusung merek sendiri.
Adi Nugroho, salah satunya. Pemilik Sushi Miya81 dan Warong Miya81 menekuni usaha makanan Jepang sejak 2011. "Makanan Jepang jadi salah satu kesukaan orang Indonesia," ujar Adi, yang berguru kuliner Jepang ke seorang chef asal negeri sakura. Kini, presenter banyak acara televisi ini sudah punya tujuh gerai Sushi Miya81 di Jakarta dan Depok serta dua cabang Warong Miya81 di Bali.
Untuk menarik lebih banyak pengunjung, tak sedikit pelaku usaha dalam negeri yang menciptakan makanan Jepang bercitarasa lokal.
Tengok saja inovasi uang dilakukan Mariana Permata, pemilik Sushi Tenkamado, kedai makanan Jepang kaki lima di daerah Tebet, Jakarta. Dia menambahkan cabai rawit dalam menu sushi-nya. "Orang enggak akan menemukan sushi kami di luar karena memang dibuat beda," kata Mariana, yang membuka kedai tersebut sejak tahun 2010 lalu.
Siapa sangka, Mariana merintis kedai sushi berawal dari kesenangannya bermain game houseseputar sushi. Lalu, dia kepikiran bikin usaha ini. Mariana sampai berguru resep sushi ke seorang chef di Bandung dan mendapat 11 resep. Setelah itu, dia dan sang suami, Vava, melakukan inovasi. Mereka pun meracik sushi yang beda.
Untuk itu, David Cahyanto, pemilik Nagoya Fusion di Yogyakarta, berpesan, jangan pernah takut mencoba. Keinginan berbisnis yang kuat dari dalam hati bakal membuat seseorang yang tak punya latar belakang makanan Jepang bisa berusaha kuliner Jepang.
Yang tidak kalah menarik dari bisnis makanan Jepang adalah margin usaha yang lumayan gede. Laba bersih usaha tersebut berkisar 20%–30%.
Anda mau mencoba? Nah, kiat dan tip dari sejumlah pemilik resto dan kedai makanan Jepang berikut ini bisa menjadi pegangan Anda untuk memulai usaha kuliner Jepang.
Itu sebabnya, pemain bisnis tersebut tak hanya pemilik jaringan resto dari Jepang tapi juga pelaku usaha lokal yang mengusung merek sendiri.
Adi Nugroho, salah satunya. Pemilik Sushi Miya81 dan Warong Miya81 menekuni usaha makanan Jepang sejak 2011. "Makanan Jepang jadi salah satu kesukaan orang Indonesia," ujar Adi, yang berguru kuliner Jepang ke seorang chef asal negeri sakura. Kini, presenter banyak acara televisi ini sudah punya tujuh gerai Sushi Miya81 di Jakarta dan Depok serta dua cabang Warong Miya81 di Bali.
Untuk menarik lebih banyak pengunjung, tak sedikit pelaku usaha dalam negeri yang menciptakan makanan Jepang bercitarasa lokal.
Tengok saja inovasi uang dilakukan Mariana Permata, pemilik Sushi Tenkamado, kedai makanan Jepang kaki lima di daerah Tebet, Jakarta. Dia menambahkan cabai rawit dalam menu sushi-nya. "Orang enggak akan menemukan sushi kami di luar karena memang dibuat beda," kata Mariana, yang membuka kedai tersebut sejak tahun 2010 lalu.
Siapa sangka, Mariana merintis kedai sushi berawal dari kesenangannya bermain game houseseputar sushi. Lalu, dia kepikiran bikin usaha ini. Mariana sampai berguru resep sushi ke seorang chef di Bandung dan mendapat 11 resep. Setelah itu, dia dan sang suami, Vava, melakukan inovasi. Mereka pun meracik sushi yang beda.
Untuk itu, David Cahyanto, pemilik Nagoya Fusion di Yogyakarta, berpesan, jangan pernah takut mencoba. Keinginan berbisnis yang kuat dari dalam hati bakal membuat seseorang yang tak punya latar belakang makanan Jepang bisa berusaha kuliner Jepang.
Yang tidak kalah menarik dari bisnis makanan Jepang adalah margin usaha yang lumayan gede. Laba bersih usaha tersebut berkisar 20%–30%.
Anda mau mencoba? Nah, kiat dan tip dari sejumlah pemilik resto dan kedai makanan Jepang berikut ini bisa menjadi pegangan Anda untuk memulai usaha kuliner Jepang.
Langganan:
Postingan (Atom)